Beberapa contoh dan pengertian penting pada teknologi pengelasan

Staf Pengajar Departemen Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Automatic welding, automated welding: Proses pengelasan dimana semua parameternya
dikontrol dan secara otomatis divariasikan selama pengelasan oleh mekanis dan/atau
elektronis untuk menjaga kondisi yang dibutuhkan
Braze welding: Penyambungan logam menggunakan teknik serupa dengan fusion welding dan filler metal dengan titik lebur lebih rendah dari logam induk, tetapi tidak menggunakan aksi kapilaritas seperti pada brazing dan tanpa melebur logam induk.
Brazing: Proses penyambungan umumnya digunakan untuk logam yang selama atau
setelah pemanasan, logam pengisi cair mengisi celah sempit antara dua permukaan logam
yang akan disambung oleh gaya tarik kapiler. Umumnya titik lebur logam pengisi di atas 500 °C tetapi selalu dibawah titik lebur logam induk.
Filler metal (logam pengisi): Logam yang ditambahkan selama pengelasan,
Fusion welding (las cair): Pengelasan untuk membuat las melalui fasa cair tanpa menggunakan bantuan tekanan Hard facing, hard surfacing: Penggunaan material keras, tahan aus ke permukaan komponen dengan las, braze welding atau spraying.
Interpass temperature: Dalam pengelasan bertingkat, temperatur lasan dan daerah dekat logam induk sebelum pengelasan berikutnya.
Manual welding: Proses pengelasan dimana parameternya dikontrol oleh juru las dan
dikerjakan menggunakan tangan.
Mechanical welding: Proses pengelasan dimana parameternya dikontrol secara mekanis
atau elektronis dan dapat divariasikan secara manual selama pengelasan untuk menjaga
kondisi pengelasan yang dibutuhkan Parent metal / base metal atau logam induk: Logam yang akan disambung atau dilapis dengan metoda las atau brazing atau surfacing.
Preheating temperature: Temperatur sebelum pengelasan yang dihasilkan dari proses pemanasan logam induk pada bagian yang akan di las Pressure welding (las bertekanan): Pengelasan dimana las yang dibuat menggunakan bantuan tekanan sehingga terjadi aliran pada permukaan yang disambung baik dipanaskan atau tanpa dipanaskan.
Semi-automatic welding: Proses pengelasan dimana beberapa variabel pengelasan
dikontrol secara otomatis.
Shop weld: Las yang dibuat dengan mengacu pada manufaktur welded assembly Site weld: Las yang dibuat di lokasi atau dilapangan.
Surfacing: Pendepositan logam pada permukaan untuk menghasilkan lapisan yang dapat memberikan sifat yang berbeda dari logam induk.
Weld (las): Ikatan metalurgi pada sambungan logam yang dilaksanakan dalam keadaan cair. Dengan kata lain, las adalah sambungan setempat dari beberapa logam dengan menggunakan energi panas. Disini logam pengisi/kawat las/elektroda yang titik leburnya sama dengan logam yang di las dapat digunakan atau juga tidak.
Weldability atau mampu las: Suatu material dikatakan dapat di las, pada tingkatan tertentu, proses tertentu dan tujuan tertentu, bila kontinuitas logam dapat diperoleh dengan pengelasan menggunakan prosedur yang sesuai, sehingga sambungan yang dibuat memenuhi persyaratan yang dispesifikasikan (menurut standar tertentu, misal AWS atau ASME).
By: Muhammad Anis
sumber : api-iws.org

Postingan populer dari blog ini

Contoh cara perhitungan struktur perencanaan jembatan prategang / cable stayed (STRUKTUR ATAS)

Teknik Finishing dinding dengan Beton expose