Cara memperindah dinding dengan ranting pohon

Ranting tak melulu ada di taman. Ranting bisa juga dipakai sebagai pemanis interior, seperti rumah ini.

Luas bangunan 130m2, luas lahan 144m2
Rumah merupakan tempat perhentian terakhir kita setiap hari. Usai beraktivitas seharian, menghadapi berbagai kesibukan, paling enak pulang ke rumah dengan suasana yang nyaman dan menenangkan. Kalau sudah didesain dengan nyaman, dijamin bikin rasanya kepingin cepat kembali ke rumah.

Di kawasan kota Cilegon ini, berdiri sebuah rumah yang mencoba mendekatkan diri ke alam. Mulai dari segi desain, warna, hingga pernak-pernik hiasannya tampak begitu menyatu. Setiap elemen itu saling mendukung satu sama lain untuk menciptakan suasana yang menenangkan.
Ada ranting di mana-mana
Salah satu tujuan dari konsep "alam" di rumah ini ialah untuk menciptakan suasana yang membuat orang merasa nyaman ketika kembali ke rumah. "Jadi setelah orang pulang ke rumah, nuansanya sudah beda," ucap Yusanto Hariyanto, Associate Director Ciputra, pengembang perumahan ini.
Pertama kali memasuki rumah ini, kita akan disambut dengan ruang tamu bernuansa cokelat. Mulai dari dinding, lampu gantung, meja, bantal, maupun karpetnya. Warna cokelat memiliki sifat alami, sejuk, dan menenangkan, sehingga ketika orang masuk ke rumah ini akan merasakan atmosfer yang berbeda dengan di luar. Nyaman dan menenangkan.
Bagian paling penting dan unik yang membuat rumah ini tidak tampak mainstream adalah bentuk ranting-ranting pohon yang menghiasi beberapa sudut rumah ini. Sekarang coba perhatikan partisi berwarna putih yang berada di belakang sofa ruang tamu. Itu adalah pola ranting pertama yang akan Anda temui ketika baru memasuki rumah ini. Partisi unik itu membentuk pola menyerupai batang dan ranting tanaman, untuk memisahkan ruang tamu dengan ruang keluarga.
Pola bentuk ranting itu juga diterapkan pada dinding ruang keluarga. Tapi warna yang digunakan berbeda. Dengan menggunakan warna cokelat, pola ranting tersebut tampak lebih senada dengan dinding ruang tamu di sebelahnya. Sedangkan warna putih pada partisi digunakan supaya tampak lebih menonjol sebagai pembatas ruang.
Jika Anda masuk ke kamar tidur utama, jangan kaget jika menemukan pola ranting yang sama pada dindingnya. Karena memang "banyak ranting di rumahku." Namun, di kamar tidur utama ini, pola ranting hanya digunakan pada sisi kanan dan kiri tempat tidur. Ya, memang tidak satu bidang dinding penuh. Supaya nuansanya masih terkesan simpel dan elegan, tapi tetap "alami".
Bukan interiornya saja
Kita sudah melihat kenyamanan dan keunikan desain rumah ini. Namun, ternyata ada faktor lain yang membuat rumah ini terasa lebih "hijau" dan alami, yaitu sirkulasi udara yang baik dan hemat listrik.
Rumah dua lantai ini memiliki jendela yang berukuran cukup lebar di beberapa bagian, sehingga sikulasi udara dalam rumah menjadi lancar. Suasana rumah pun tidak panas dan pengap walaupun tanpa pendingin udara. Melalui jendela itu pula cahaya matahari dapat masuk dengan bebas, menerangi setiap ruang di dalam rumah. Mungkin, inilah salah satu contoh rumah "hijau" yang bisa menjadi inspirasi Anda. Karena rumah "hijau" bukan hanya interiornya, tapi juga peduli terhadap lingkungan.
Ini materialnya:
1. Dinding: bata merah diplester, dilapisi wallpaper.
2. Partisi: plywood sungkai, lapis cat duco putih.
3. Backdrop: plywood, lapis HPL.
4. Plafon: gipsum dicat.
5. Lantai: keramik homogenous, tile 60x60cm merek Roman.
Dinding ruang keluarga menggunakan material cermin agar rumah ini terkesan lebih luas. Hiasan pola seperti ranting pohon ditambahkan untuk memberi nuansa alami di dalam rumah. Pola ranting pohon berwarna putih pun digunakan sebagai partisi ruang tamu dan ruang keluarga.
Salah satu jendela berukuran cukup besar diletakkan di tengah ruangan antara ruang keluarga dan ruang makan agar cahaya alami dapat masuk, menerangi rumah ini. Listrik pun bisa lebih hemat di siang hari.
Lampu yang berada di atas ruang tamu ini sekilas tampak seperti kumpulan lilin yang memancarkan pandaran cahaya kuningnya yang amat cantik dan alami.
Cermin dan pola ranting dibuat berjarak agar mudah dibersihkan. Selain itu, refleksi pola ranting pada cermin dapat terlihat cantik.
Pola ranting berwarna putih di ruang tidur utama ini sama dengan pola ranting di ruang tamu. Selain unik, pola ini sengaja digunakan sebagai benang merah desain antar ruang di rumah ini.
Di sudut area dapur juga terdapat jendela sebagai penerang di siang hari. Selain pencahayaan alami, paduan warna cokelat dan putih pun memperkuat nuansa alami di rumah ini.
Jika Anda ingin menciptakan suasana alami di rumah, lukisan yang mengandung unsur alam seperti pohon dapat digunakan untuk menghiasi dinding. Tekstur wallpaper juga bisa diselaraskan dengan lukisan yang hendak Anda gunakan. Contohnya seperti pada gambar ini, wallpaper membentuk ukiran yang mirip dengan ranting pohon di lukisan.
Curi idenya!



















===
Sumber:
Tabloid RUMAH Edisi 288 - XII, 28 Maret - 10 April 2014

Postingan populer dari blog ini

Contoh cara perhitungan struktur perencanaan jembatan prategang / cable stayed (STRUKTUR ATAS)

Teknik Finishing dinding dengan Beton expose