Mengatasi Permasalahan di Kamar Mandi


Kamar mandi adalah suatu ruangan di mana seseorang dapat mandi untuk membersihkan tubuhnya. Kadang-kadang kamar mandi juga dilengkapi dengan wastafel (tempat cuci tangan) dan juga kakus.(Wikipedia)
Gambar : www.19design.wordpress.com
Kamar mandi memang tidak pernah digunakan lebih dari satu jam, tapi bukan berarti ruangan 1,5m x 1,5m, dengan bak mandi atau shower dan kloset sudah cukup. Seperti halnya ruangan lain di dalam rumah, kamar mandi pun perlu diperhatikan kesehatannya. Jadi tidak hanya fungsional, tapi juga nyaman digunakan untuk beraktivitas.
Setidaknya ada empat permasalahan di kamar mandi kerap Anda hadapi. Bila tak diatasi, empat masalah ini malah akan semakin menjauhkan rasa nyaman saat Anda dan anggota keluarga lain sedang berada di dalam ruangan tersebut.
Adapun kempat masalah tersebut adalah :
1. Kunjungan kecoa
Kecoa menyenangi semua tempat lembab, salah satunya kamar mandi. Nah, bila Anda memakai floor drain berongga, segera ganti dengan yang bertutup agat tidak mudah dimasuki kecoa atau binatang lainnya.
Saat ini sudah tersedia floor drain yang dilengkapi bola untuk mencegah binatang seperti kecoa masuk dari saluran pembuangan. Saat kamar mandi tidak dipakai, lubang bisa ditutup untuk mencegah serangga datang.
Untuk pencegahan, gunakan bunga melati kering dan garam laut. Aroma wangi akan menyegarkan kamar mandi sekaligus mengusir kecoa.
2. Udara pengap dan panas 
Kamar mandi yang terletak di tengah bangunan tidak memungkinkan sirkulasi udara berputar. Hasilnya, kamar mandi jadi pengap dan panas.
Pasanglah exhaust fan tipe propeller (baling-baling) di langit-langit kamar mandi. Meski sedikit berisik, namun daya sedotnya besar juga dilengkapi kisi-kisi pelindung. Bila menggunakan tipe sirocco (seperti AC), sistemnya seperti AC dan dilengkapi saluran udara dari seng berlapis busa dan aluminium foil. Tipe exhaust fan ini memang lebih mahal.
3. Rembes di lantai kamar mandi atas 
Bila memiliki kamar mandi di lantai atas, kerapkali pada plafon terlihat bercak seperti ompol. Lama-kelamaan plafon akan terlihat menghijau karena lumut. Pemandangan tersebut tentu membuat tidak nyaman karena terkesan jorok.
Untuk itu, perhatikanlah kemiringan lantai agar air dapat mengalir ke saluran pembuangan dengan baik. Kalau tidak, air akan menggenang dan merusak nat, dan selanjutnya akan merusak plesteran di bawah lantai. Jika lama dibiarkan, maka akan menyebabkan kebocoran plafon. Untuk mencegah bocor dan rembes, gunakan waterproofing dua komponen yang terdiri dari bubuk dan cairan.
4. Terpeleset di kamar mandi 
Kamar mandi berpotensi menyebabkan kecelakaan seperti terpeleset. Untuk itu, perhatikan lantai kamar mandi, karena barangkali material yang dipakai untuk lantai bukan jenis yang cocok dipasang di tempat basah. Ganti lantai kamar mandi dengan tekstur kasar atau batu alam. Material ini tetap kesat meski terkena guyuran air dan sabun.
Jika ingin lebih aman, pisahkan area kamar mandi menjadi area basah dan kering. Area kering tidak boleh terkena air selain saat dibersihkan.

(Puspita Dewi/Serial Rumah)

developerdankontraktor.blogspot.co.id

Postingan populer dari blog ini

Contoh cara perhitungan struktur perencanaan jembatan prategang / cable stayed (STRUKTUR ATAS)

Teknik Finishing dinding dengan Beton expose