Pilih Mana, Genteng Keramik atau Beton..?


Genteng Beton Flat
Model rumah minimalis akrab dengan desain kotak dan flat, tidak hanya pada fasad namun juga pada genteng sebagai penutup atap. Penggunaan genteng flat baik dari beton ataupun keramik menjadi pilihan para peminat desain minimalis. Bagi kita yang awam dalam hal material bangunan ada baiknya kalau lebih dahulu mengenal kelebihan dan kekurangan masing-masing dari genteng tersebut. Memang dipasaran genteng flat untuk saat ini masih didominasi oleh genteng beton, hal ini disebabkan pada genteng keramik bahan baku dan proses produksinya rentan terhadap deformasi yang diakibatkan oleh proses pembakaran, sedang pada proses pembuatan genteng beton tidak memerlukan pembakaran sehingga tingkat presisi yang dihasilkan oleh genteng beton lebih baik, namun tak ada salahnya kalau kita mencoba menilai sendiri dengan mempertimbangkan hal yang berikut ini : 

1. Genteng beton khususnya model flat lebih cocok dengan desain minimalis, hal in dikarenakan bentuk dan desain genteng ini murni flat dan lebih presisi.
2. Genteng Beton memiliki tingkat presisi yang lebih baik, dikarenakan proses pembuatan genteng beton tidak mengalami pembakaran sehingga kemungkinan deformasi pada genteng sangat kecil, selain itu desain genteng ini memungkinan proses pemasangan lebih cepat.
3. Harga genteng beton relatif lebih murah dibandingkan dengan genteng keramik, karena isi/m2 genteng beton lebih sedikit dibandingkan genteng keramik.
4. Perbedaan harga karena perbedaan warna genteng hampir tidak ada, hanya kualitas coating/cat yang mebedakan harga dari genteng beton, jadi kita dapat lebih fleksibel menyesuaikan warna dengan selera kita tanpa mengganggu budget awal.
5. Warna genteng beton mungkin tidak sekuat warna genteng keramik berglazur, karena genteng beton umumnya mengalami pewarnaan dengan menggunakan cat minyak atau coating, tetapi beberapa produsen ada yang mengklaim dapat menghasilkan coating yang tahan lama.
6. Genteng beton juga lebih mudah/rentan terhadap korosi untuk pemakaian jangka panjang, apalagi jika coating/cat nya sudah terkelupas, hal ini akan berpengaruh pada beban atap pada saat hujan karena pada kondisi ini daya serap genteng terhadap air sangat tinggi.
7. Genteng beton lebih berat dibandingkan genteng keramik.
8. Meskipun Genteng beton yang dihasilkan beberapa produsen memiliki banding strength dikisaran 170kgf, tetapi untuk jenis flat riskan terhadap tekanan dengan beban berat dan terpusat. 

Selain dari karakteristik diatas kita dapat melihat dari sisi proses pembuatan genteng itu sendiri, pada genteng beton yang memiliki bahan dasar campuran beton. yang proses pengeringannya bergantung pada persenyawaan antara semen sebagai perekat dengan campuran beton. ditambah dengan press mesin pada saat pencetakan yang menjadi faktor utama kepadatan beton dari pada genteng itu sendiri.

1. Genteng Keramik memiliki kelebihan dari warna yang lebih tahan lama hal ini dikarenakan proses glazur pada genteng keramik dilakukan dengan proses pembkran yang bisa mencapai 1200 derajat. Selain itu pilihan warnanya lebih vareatif.
2. Genteng Keramik relatif lebih ringan dibandingkan dengan genteng beton.
3. Genteng Keramik relatif lebih kuat dalam menahan beban terpusat, dikarenakan proses pembuatan keramik yang telah melalui proses pembakaran (sempurna) dan rata2 banding strength untuk genteng jenis ini berkisar 160 kgf s/d 180kgf.
4. Genteng Keramik tidak rentan terhadap korosi dan cuaca extrim, beberapa produk memiliki sistem interlock yang lebih baik dibanding genteng beton.
5. Daya serap air genteng ini umumnya <7%, sehingga pada kondisi basah genteng tidak ikut memberikan beban yang berlebihan pada struktur atap.
6. Perawatan relatif lebih mudah.
7. Harga m2 Genteng Keramik Relatif tinggi dibanding Genteng Beton.
8. Perbedaan Warna pada genteng berdampak pada perbedaan harga yang sangat jauh, untuk warna premium perbedaanya hampir 2x lipat dari harga warna natural, sehingga selera atas warna harus disesuaikan dengan budget.
9. Untuk model minimalis atau flat sedikit sekali pilihan produknya, dikarenakan belum banyak produsen yang memproduksinya.
10. Resiko melenting pada saat produksi sangat tinggi, terutama untuk jenis flat, jika genteng tersebut terpasang di atap, maka akan menyebabkan tampias, sehingga dibutuhkan kontrol pada saat penerimaan barang. 

Untuk memilih genteng yang sesuai dengan desain, dan tema rumah kita tentunya harus cermat dalam memilih produk yang akan kita gunakan, yang paling penting kita harus memiliki pertimbangan dari aspek kualitas, kebutuhan estetika dan harga tentunya. Tetapi jangan mengorbankan aspek kualitas karena harga genteng tersebut bersahabat dengan kocek kita.

Salam Sehat dan Sukses

developerdankontraktor.blogspot.co.id

Postingan populer dari blog ini

Contoh cara perhitungan struktur perencanaan jembatan prategang / cable stayed (STRUKTUR ATAS)

Teknik Finishing dinding dengan Beton expose