Pengertian mortar


Dalam keseharian, terutama saat membangun, tentu sering kita jumpai dengan yang namanya mortar atau adukan, namun kita hanya sebatas tahu saja. Berikut ini pengertian, kegunaan, sifa-sifat, dan jenis komposisi mortar atau adukan:
 
Pengertian Mortar Atau Adukan adalah:
Istilah lain dari adukan adalah mortar, atau dikenal juga dengan spesi adalah campuran dari bahan pengikat (semen, kapur), bahan pengisi (pasir) dan air.
Kegunaan/Manfaat Adukan atau Mortar pada pasangan bata adalah:
  • Sebagai bahan pengkat antara bata yang satu dengan bata yang lainnya
  • Untuk menutup atu menghilangkan permukaan bata yang tidak rata
  • Untuk menyalurkan beban
  • Sedangkan fungsi dari mortar atau adukan dalam plesteran adalah untuk meratakan permukaan tembok sehingga mudah untuk di cat dan untuk menambah keawetan pasangan bata
Sifat-sifat pada adukan adalah:
  • Sifat kuat, campuran adukan harus cukup baik agar mampu menopang beban yang diterima dinding.
  • Sifat mudah untuk dikerjakan/digunakan, adukan harus mudah dikerjakan, tidak terlalu basah (encer) dan tidak terlalu kering.
  • Sifat menyusut, adukan yang terlalu banyak airnya akan mudah menyusut yang berakibat retak pada plesteran maupun tembok.
Jenis-jenis komposisi adukan adalah:
  • Adukan semen, kapur, pasir
  • Adukan semen, pasir
  • Adukan pozolan atau tras alam, kapur
  • Adukan kapur, tras (alam atau buatan), pasir
Mortar sebenarnya adalah campuran semen, air, pasir namun ada yang berpendapat bahwa mortar adalah bahan bangunan berbahan dasar semen yang digunakan sebagai “perekat” untuk membuat struktur bangunan. Perbedaan mortar dengan semen adalah pada mortar adalah semen siap pakai yang komponen pembentuknya umumnya adalah semen itu sendiri, filler, dan berbagai jenis additif yang sesuai. Seperti kita tahu, dalam proses penggunaan semen oleh tukang, biasanya kita melihat tukang mencampur semen, pasir ayak, kapur (lime), bata merah halus (opsional), dan air. Pencampuran ini tentunya selalu tidak pernah seragam dan juga hanya berdasarkan “intuisi” si tukang. Adanya mortar tentunya merubah konsep cara pencampuran seperti itu karena mortar adalah Semen Instant siap pakai, hanya tambah air, aduk, kemudian langsung bisa dipakai. Jenis-jenis mortar Di Indonesia telah diperkenalkan beberapa jenis mortar, yaitu antara lain :
a. Tile Adhesive (Perekat Keramik) Ada vertikal (dinding) dan horizontal (lantai), dan juga ada perekat keramik baru diatas keramik lama (tanpa membongkar keramik lama)
b. Tile Grout Sebagai pengisi nat (celah) antar keramik
c. Thin Bed Untuk perekat AAC (Autoclaved Aerated Concrete) alias bata ringan
d. Skim Coat Untuk pelapis dinding baru
e. dll
Keuntungan Mortar:
a. Diproduksi di pabrik sehingga kualitas dan kuantitasnya dapat dipercaya jika dibanding dengan pembuatan di lapangan
b. Mudah, tinggal ditambah air saja
c. Adanya penambahan bahan additif pada mortar dapat menanggulangi terjadinya lantai terangkat, dinding pecah-pecah/retak, dll.
Proses Pembuatan Mortar
Macam-macam Mortar

Pengertian mortar adalah bahan yang digunakan untuk konstruksi bangungan yang terdiri dari campuran antara semen dan agregat halus. Campuran antara semen dan agregat ini menggunakan perabandingan tertentu sehingga daya tahan mortal terhadap tekanan maupun tarikan akan semakin tinggi atau maksimal.
Penggunaan mortar sendiri memiliki keunggulan sebagai berikut :
a.               Konsistensi Karena diproduksi masal dan juga dengan alat modern dan oleh pabrikan, maka konsistensi bahan bakunya cukup seragam. Kita tidak perlu pusing lagi akan stabilitasnya.
b.               Mudah Jelas, tinggal tambah air, langsung pakai.
c.                Adanya additif yang sesuai akan memberikan sifat bahan yang lebih baik dibanding hanya dengan menggunakan campuran semen biasa. Terkadang dengan aplikasi semen biasa bisa menyebabkan beberapa problem, antara lain lantai terangkat, dinding pecah-pecah / retak, dan lain-lain. Penggunaan mortar yang tepat akan bisa menghindarkan problem ini di kemudian hari. Kekurangannya otomatis dari sisi harga, karena mortar dijual amat sangat jauh lebih mahal daripada semen.
Semen yang digunakan dalam pembuatan mortar ini ada 3 macam, yaitu :
1.               semen portland, yaitu semen yang digunakan dalam pekerjaan umum, seperti untuk membangun rumah, jembatan, gedung-gedung bertingkat, dan bisa juga digunakan untuk pengerus pada panas.
2.               semen campuran, yaitu semen yang digunakan sebagai fungsi seperti semen portland. Misalnya semen tanah tinggi, semen pizzola, semen abu terbang.
3.               semen khusus, misalnya semen abu terbang.
Pasir juga digunakan sebagai komponen pencampur dalam pembuatan mortar. Pasir adalah material yang terdiri dari pelapukan batu-batuan yang bermacam-macam. Ada banyak jenis pasir yang ada, yaitu :
a.               pasir galian, yaitu pasir yang ditambang di daerah pegunungan. Pasir ini mempunyai ciri bentuknya yang tajam dan baik dan baik digunakan untuk beton.
b.               Pasir sungai, yaitu pasir yang ditambang di sungai dan bentuknya bulat dengan kemilaunya yang lebih banyak.
Di Indonesia telah diperkenalkan beberapa jenis mortar, yaitu antara lain :
1. Tile Adhesive (Perekat Keramik)Ada vertikal (dinding) dan horizontal (lantai), dan juga ada perekat keramik baru diatas keramik lama (tanpa membongkar keramik lama)
2. Tile GroutSebagai pengisi nat (celah) antar keramik
3. Thin BedUntuk perekat AAC (Autoclaved Aerated Concrete) alias bata ringan
4. Skim CoatUntuk pelapis dinding baru

Postingan populer dari blog ini

Contoh cara perhitungan struktur perencanaan jembatan prategang / cable stayed (STRUKTUR ATAS)

Teknik Finishing dinding dengan Beton expose