Semen Mortar UZIN FH di Malang (Floor hardener)


UZIN FH
Durable Floor Hardener (Aplikasi pada pengecoran beton)

UZIN FH




Pastikan beton memiliki kadar minimum semen sebesar 300 kg/m3 dan didisain untuk mengurangi segergasi dan pengendalian terhadap bleeding. Water cement ratio sebaiknya rendah dan dapat ditambahkan bahan plasticizer UZIN Plast untuk memudahkan pelaksanaan pengecoran.

Beton harus padat, rata dan dikerjakan sesuai dengan standart pengerjaan lantai beton yang baik dan benar dimana resiko terjadinya retak susut/kering sudah dikurangi dengan adanya siar-siar pada jarak tertentu dan kerataan permukaan dengan menggunakan dudukan bekisting yang kuat dan kaku serta jidar yang rata dan kaku.

Bila air yang naik ke permukaan beton yang selesai dicor sudah tidak kelihatan lagi (telah melewati setting time) maka bahan floor hardener ini dapat mulai ditaburkan secara merata dengan dosis yang disyaratkan.

Aplikasi floor hardener ini harus terus menerus berlangsung tanpa terputus hingga didapatkan kondisi lantai dasar yang mengeraspada kondisidibebani injakan sedalam 2-6 mm. Setiap kelebihan air dipermukaan (bleeding water) harus menguap seluruhnya.

Pada area yang luas, sangat direkomendasikan untuk membuat metode pengecoran secara bertahap dan memastikan bahwa lokasi pengecoran dapat dilakukan dengan tenaga kerja dan dosis bahan floor hardener yang cukup secara terus menerus sampai selesai.



Rekomendasi dosis yang dipakai untuk warna natural :

Lalu lintas rendah             : 3 kg/m3
Lalu lintas sedang             : 5 kg/m3
Lalu lintas tinggi                                : 7 kg/m3

Floor hardener ditaburkan secara bertahap dengan dosis 2/3 bagian dahulu, dan ketika bahan menjadi berwarna gelap secara merata akibat absorbsi air dari lantai dasar maka dapat segera digosok (di trowel).

Setelah itu 1/3 bagian sisanya ditaburkan secara merata diatas permukaan beton. Jika bahan mulai meresap dan menjadi berwarna gelap akibat arbsorbsi air dari lantai dasar maka dapat segera di-trowel.

Finishing akhir harus menggunakan mesin trowel pada saat beton sudah mengeras dan kuat menahan beban mesin tanpa mengalami kerusakan agar didapatkan permukaan yang lebih padat.



Setelah pekerjaan floor hardener selesai, maka lantai tersebut harus segera di-curing dengan menggunakan bahan UZIN Curing Compound untuk mengurangi terjadinya penguapan air dari beton. Pada area terbuka sebaiknya setelah di-curing dilindungi lagi dengan karung basah untuk mengurangi terjadinya retak akibat susuk.


Lantai yang sudah di-floor hardener tidak boleh terkena air hujan selama 48 jam, dan sebaiknya  tidak dipakai selama 1 (satu) minggu. Jika akan segera dibebani dengan lalu lintas yang berat dalam 2 (dua) minggu pertama umur beton maka sebaiknya dilindungi dengan multipleks plywood tebal 9 mm.
jualsemen.blogspot.co.id

Postingan populer dari blog ini

Contoh cara perhitungan struktur perencanaan jembatan prategang / cable stayed (STRUKTUR ATAS)

Teknik Finishing dinding dengan Beton expose