6 Tips agar pemborong atau tukang bangunan tidak melarikan diri

Dalam dunia borongan ada resiko yang terkadang harus ditanggung pemilik bangunan yaitu pemborong atau tukang bangunan kabur meninggalkan pekerjaan, hal ini tentu saja tidak akan terjadi jika kita paham apa masalahnya dan adanya upaya antisipasi agar kejadian ini tidak sampai terjadi dikemudian hari. Sebagai pemilik rumah lalu uring-uringan menyalahkan pekerja yang kabur, hal ini merupakan respon wajar karena merasa sudah membayar lunas tapi pekerjaan ditinggalkan, namun uring-uringan tersebut tentu tidak akan membantu untuk mempercepat pembangunan. oleh karena itu disini mari kita coba gali beberapa hal untuk mengatasi kondisi ini 🙂
Cara agar pemborong atau tukang bangunan tidak melarikan diri
  1. Mengenal pemborong atau tukang bangunan lebih dekat, dengan mengenal siapa mereka dan dimana tempat tinggalnya maka ada ikatan batin yang akan membuat pekerja untuk berkarya lebih baik, untuk melarikan diri juga tergolong sulit karena alamatnya jelas untuk ditemui. dengan mengenal pekerja juga bisa membantu kita untuk tahu siapa pekerja yang profesional.
  2. Harga borongan tidak dibawah standar, ketika biaya yang dibutuhkan untuk membangun sudah habis tapi pekerjaan masih menumpuk maka hanyalah pemborong baik hati yang bersedia menyelesaikan pekerjaan dengan resiko menanggung kerugian. oleh karena itu tetaplah menggunakan harga standar agar semua pihak diuntungkan.
  3. Bersikap baik terhadap pekerja, memang banyak orang-orang yang bekerja untuk mencari uang, tapi perlu dingat bahwa uang tersebut akan digunakan untuk mencari kebahagiaan hidup, jadi ketika rasa bahagia sulit ditemukan dalam lingkungan pekerjaan maka ada pilihan bagi mereka untuk menemukan lingkungan lain yang lebih nyaman.
  4. Mengoreksi pekerjaan secara wajar, sudah menjadi sifatnya manusia yang merasa keberatan jika dikoreksi, kecuali manusia yang sudah menemukan jalan kebaikan. oleh karena itu hendaknya tidak banyak mengkritik hasil pekerjaan tukang, kalaupun harus mengoreksi maka lakukanlah dengan benar dan sopan.
  5. Menghindari permintaan tambahan yang aneh-aneh, sebagai pemilik bangunan tentunya berharap yang terbaik dari hasil pembangunan yang sedang berlangsung, akan muncul keinginan untuk merubah bagian-bagian yang belum benar-benar disukai. permasalahanya adalah permintaan-permintaan ini bisa menimbulkan kerugian dipihak pemborong. jadi hendaknya tidak terlalu jauh dari kontrak kerja yang telah disepakati diawal.
  6. Berikan bonus untuk karya yang bagus, ini dapat menjadi penyemangat bagi pekerja untuk berkarya lebih baik lagi. bonus tidak selalu berupa uang tapi bisa berbentuk pujian, hadiah dan sejenisnya.
Demikian hal-hal yang mungkin dilakukan agar pemborong atau tukang bangunan nyaman dalam bekerja dan sanggup menyelesaikan pembangunan sesuai dengan kesepakatan awal, intinya adalah bagaimana agar kedua belah pihak saling diuntungkan 🙂

Pos populer dari blog ini

Contoh cara perhitungan struktur perencanaan jembatan prategang / cable stayed (STRUKTUR ATAS)

Teknik Finishing dinding dengan Beton expose