Cara memperbaiki Cor dak Beton keropos, Retak



I.               Beton Keropos
Apakah faktor-faktor yang bisa menyebabkan beton menjadi keropos? Kebanyakan bangunan modern saat ini dibuat menggunakan beton. Beton memang terbukti sangat kuat, kokoh, dan sanggup menahan beban dengan baik. Anggaran biaya untuk mendirikan bangunan beton pun terhitung murah jika dibandingkan dengan kualitas yang didapatkannya. Maka tak heran, beton menjadi material pilihan utama untuk membangun konstruksi yang modern.
Semua pekerja tentu menginginkan pekerjaan yang telah dilakukannya dapat menghasilkan beton yang berkualitas bagus. Tetapi permasalahan kadang-kadang tidak bisa dihindarkan dari struktur beton yang sudah dibuat tadi. Beberapa kasus yang cukup sering terjadi yaitu beton ternyata mengalami keropos. Kenapa ya masalah ini bisa terjadi dan bagaimana pula langkah-langkah yang paling tepat guna memperbaikinya?

Beton keropos timbul akibat pengerjaan beton yang kurang baik, agregat terlalu kasar, kurangnya butiran halus yang termasuk semen, faktor air semen tidak tepat, pemadatan yang tidak sempurna karena rapatnya tulangan, pasta semen keluar dari cetakan yang tidak rapat, dan lain-lainnya. Kerusakan semacam ini biasanya disebabkan oleh cetakan (begiting) yang tidak rapi atau rapat. Hal ini menyebabkan pasta semen mengalir keluar, yang mengakibatkan beton keropos. Untuk perbaikan beton yang keropos biasanya menggunakan beton dengan mutu yang lebih tinggi daripada mutu beton yang telah disyaratkan.

Penyebab beton menjadi keropos antara lain :
  1. Proses pembuatan adukan cor yang dilakukan secara asal-asalan sehingga menghasilkan cor yang tidak layak. Misalnya tingkat kekentalan adukan cor terlalu encer sehingga mengakibatkan banyak air semen yang keluar dari cetakan.
  2. Tahap pembuatan adukan beton yang kurang benar. Seharusnya campuran semen dan pasir perlu diaduk terlebih dahulu sampai merata, kemudian baru ditambahkan air. Jika air langsung ditambahkan, akibatnya bahan-bahan pembentuk beton tidak tercampur sempurna.
  3. Cara pemasangan besi tulangan yang tidak benar. Besi tulangan ini harus dipasang dengan posisi yang tepat. Kalau tidak, hal ini akan mengakibatkan selimut beton menjadi terlalu tipis.
  4. Kondisi bekisting yang dipakai terlalu kotor. Anda sebenarnya boleh memakai bekisting yang lama agar anggaran biaya pembangunan bisa dihemat. Tetapi bekisting lama yang akan digunakan lagi perlu dibersihkan dari sisa-sisa beton lama yang masih menempel di permukaannya.
  5. Pelaksanaan pemadatan pada saat proses pengecoran dilakukan kurang sempurna. Teknik yang bisa dipakai untuk menyempurnakan pengecoran ialah memadatkan adukan cor memakai kayu atau palu yang dipukulkan dari luar bekisting untuk kolom kecil. Sedangkan untuk kolom yang besar bisa menggunakan alat khusus.
  6. Proses pembongkaran bekisting yang terlalu cepat juga akan menurunkan kualitasnya. Bekisting yang dibongkar tadi menimbulkan getaran yang dapat merusak beton yang masih lemah di sekitarnya. Lambat laun, kerusakan tersebut akan merembet ke bagian yang lain bila tidak segera ditangani dengan baik.
Beton yang keropos wajib diperbaiki sesegera mungkin untuk meningkatkan kualitasnya kembali sehingga beton tersebut dapat berfungsi dengan baik. Metode yang pertama adalah melakukan grouting dengan menutup bagian beton yang keropos. Metode selanjutnya yaitu mempertebal dimensi kolom dengan memasang besi tulangan tambahan di luar kolom dan mengecornya lagi sampai menyelimuti kolom yang lama. Namun bila keroposnya sudah terlalu banyak, mau tidak mau beton yang bermasalah tersebut harus dibongkar dan dibangun kembali struktur yang baru. 


  


II.               Perbaikan Beton Keropos


Beton yang keropos wajib diperbaiki sesegera mungkin untuk meningkatkan kualitasnya kembali sehingga beton tersebut dapat berfungsi dengan baik. Metode yang pertama adalah melakukan grouting dengan menutup bagian beton yang keropos. Metode selanjutnya yaitu mempertebal dimensi kolom dengan memasang besi tulangan tambahan di luar kolom dan mengecornya lagi sampai menyelimuti kolom yang lama. Namun bila keroposnya sudah terlalu banyak, mau tidak mau beton yang bermasalah tersebut harus dibongkar dan dibangun kembali struktur yang baru. 

Adapun untuk metode perbaikan beton yang keropos biasanya dapt dilakukan dengan cipping dan grouting. Sebelum pelaksanaan perbaikan dilakukan, sebaiknya dilakukan terlebih dahulu identifikasi kondisi beton yang akan dilakukan perbaikan. Hal ini dilakukan supaya didapatkan metode perbaikan yang paling efisien dari segi biaya mutu dan waktu.

Bahan dan alat yang digunakan :
a.       Conbextra GP (non shrink concrete)
b.      Air Bersih
c.       Mixer
d.      Helm
e.       Kacamata safety
f.       Sepatu Safety
g.      Sikat baja
h.      Palu + Baji
i.        Container pail atau tempat untuk mengaduk





Tahapan tahapan perbaikan beton dengan keropos lebih dari 75 mm :
a.       Gunakan alat pelindung diri
b.      Bersihkan permukaan beton yang keropos dengan menggunakan sikat baja, hal ini dilakukan supaya material material lepas di dalam beton tidak tertinggal.
c.       Kemudian cipping daerah2 yang terdapat honeycomp sampai bertemu dengan beton keras menggunakan palu dan baji.
d.      Basahi permukaan yang akan digrouting menggunakan air.
e.       Tutup area yang akan digrouting menggunakan bekisting dengan diberi sisa lubang diatas.
f.       Pastikan tidak ada celah pada pertemuan antara bekisting dengan beton, supaya air semen tidak keluar.
g.      Apabila lokasi yang akan di grouting mempunyai dimensi lebih dari 5 cm maka perlu campuran conbextra perlu ditambah dengan agregat halus, hal ini dilakukan supaya strength beton dapat tercapai dengan baik.
h.      Setelah lokasi siap campurkan conbextra : agregat halus dengan komposisi 1:2 kemudian di mix kurang lebih 3~5 menit supaya campuran homogeny.
i.        Kemudian tuangkan beton kearea yang akan di grouting pelan pelan sampai penuh.
j.        Setelah itu tutup lubang bagian atas
k.      Kemudian padatkan dengan memukul – mukul sisi luar bekisting menggunakan palu karet untuk hasil yang lebih baik.
l.        Setelah 8 jam bongkar bekisting dan curing dengan air untuk menghindari retak akibat pemanasan suhu udara





 





Tahapan tahapan perbaikan beton dengan keropos permukaan :
a.       Gunakan alat pelindung diri
b.      Bersihkan permukaan beton yang keropos dengan menggunakan sikat baja, hal ini dilakukan supaya material material lepas di dalam beton tidak tertinggal.
c.       Kemudian cipping daerah2 permukaan yang terdapat honeycomp sampai bertemu dengan beton keras menggunakan palu dan baji.
d.      Basahi permukaan yang akan digrouting menggunakan air.
e.       Kemudian tutup rapikan permukaan beton yang keropos dipermukaan tadi menggunakan MU-200



Ada juga Cara memperbaiki beton rusak (retak / keropos) berdasarkan penyebabnya :
1.      Jenis –jenis cacat beton.
Cacat beton yang paling sering terjadi  antara lain sebagai berikut:
-          Honeycomb
-          Retak  lantai
-          Beton keropos dengan atau tanpa besi tulangan yang terekspose
-          Beton tidak rata atau menggelembung/bunting pada permukaan beton
      
2.      Metode Repair
Perbaikan akan dilakukan oleh tim khusus dari  kontraktor spesialis repair beton bila terdeteksi adanya cacat pada struktur  beton. Metode perbaikan yang akan dilakukan akan tergantung dari jenis cacatnya, yaitu sebagai berikut:

Honeycomb ( Pada ketebalan selimut beton )
Untuk honeycomb pada kolom/Core wall/Shearwall diajukan  perbaikan  dengan menggunakan  Sika monotop 613

Metode perbaikannya adalah sbb:
-          Bersihan daerah yang terjadi honeycomb, chipping apakah terlihat besi atau tidak, jika terlihat besi ikuti cara perbaikan pada item 2.3, jika tidak terlihat besinya ikuti langkah – langkah dibawah ini :
-          Lakukan  hacking dan hilangkan beton keropos yang lepas sampai menemukan permukaan  yang padat.
-          Bersihkan area dari kotoran-kotoran dan sisa-sisa beton, lalu basahi dengan Sika Bond NV, tunggu ± 30 menit.
-          Tambal area yang terbuka dengan Sika monotop 613
-          Lakukan Curing area yang perlu diperbaiki.


Retak pada plat

Patching or Sealing (Metode penambalan)
       Untuk retak-retak ringan ( lebar retak < 0.3 mm ) pada lantai beton diajukan perbaikan dengan penambalan menggunakan Sikagrout 215 .  
Metode perbaikannya adalah sebagai berikut:
-          Bersihkan debu dan kotoran-kotoran pada daerah retak dan siram permukaan lantai dengan air
-          Tambal retak pada lantai  dengan menggunakan  Sikagrout 215 
-          Bahan Grout dapat dicampur hingga dapat mengalir (volume air sebanyak 4.25 lt unutk 1 sak  @25 kg) atau cukup agar bisa digunakan trowel (volume air sebanyak 2,75 liter untuk 1 sak @25 kg)
-          Lakukan Curing dengan menggunakan Curing Coumpoun

Pressure Grouting/Injection (Suntikan)
      
Untuk retak dengan lebar > 0.3 mm, diajukan untuk dilakukan suntikan dengan menggunakan  SIKADUR-752  untuk daerah kering, untuk daerah basah  menggunakan Sika Intraplast Z.

Langkah kerjanya adalah sebagai berikut:
-          Bersihkan daerah retak
-          Lakukan pengeboran dan pemasangan selang suntikan sepanjang retakan dengan jarak specing 200mm.
-          Tambal retakan, terutama area –area sekeliling selang dengan Sikaset Accelerator.
-          Setelah 1 hari curing, dilakukan suntikan melalui selang yang terpasang.
-          Grouting menggunakan bahan SIKADUR-752 untuk daerah kering, untuk daerah basah grouting menggunakan Sika Intraplast Z.  Suntikan dilakukan dengan tekanan yang stabil. Tekanan maksimum akan diberikan sekitar 1- 3 bar dan ditahan selama 1 menit.
-          Setelah selesai dilakukan suntikan, lepaskan selang injeksi, bersihkan permukaan.

Beton keropos dengan atau tanpa besi tulangan yang terekspose
Patching or Sealing (Metode penambalan)
 Untuk beton keropos tanpa tulangan yang terekspose, diajukan metode     patching(tambalan) dengan langkah-langkah sebagai berikut:
-          Lakukan  hacking dan hilangkan beton keropos yang lepas sampai menemukan permukaan  yang padat.
-          Bersihkan area dari kotoran-kotoran dan sisa-sisa beton, lalu basahi dengan Sika Bond NV, tunggu ± 30 menit.
-          Tambal area yang terbuka dengan Sika monotop 613
-          Lakukan Curing area yang perlu diperbaiki.


Pressure Grouting /Injection (Suntikan)

   Untuk beton keropos dengan tulangan yang terekspose, diajukan metode Pressure Grouting /Injection (suntikan) dengan langkah-langkah sebagai berikut:

-          Lakukan hacking dan hilangkan beton keropos yang lepas sampai menemukan permukaan yang padat.
-          Bersihkan area dari kotoran-kotoran dan sisa-sisa beton, lalu basahi dengan Sikabond NV.
-          Untuk area yang cukup besar :
-       Pasang bekisting dan cor kembali dengan Sikagrout 215 atau beton dengan mutu yang sama.
-          Untuk area yang kecil, sempit dan rapat dengan tulangan, diajukan metode sebagai berikut :
-       Sediakan agregat 20mm dengan kawat ayam dipasang sekililing area yang akan diperbaiki.
-       Tutup dengan bekisting, sediakan selang grouting ( inlet dan outlet ).
-       Tambal celah-celah pada bekisting dengan Plug bersetting cepat.
-       Lakukan curing selama 1 hari.
-       Lakukan suntikan dengan Sikagrout 215.
-       Berikan tekanan 1-3 bar dan tahan selama beberapa menit.
-       Selang grout dapat dipotong dan dilepaskan pada hari berikutnya.

Beton tidak rata atau gelembung/bunting pada permukaan beton
        ( Kolom, Slab, Beam, Shearwall dan Corewall )

Untuk cacat ini, dilakukan metode Trimming and Patching sebagai berikut :
-          Area yang cacat ditandai.
-          Lakukakan hacking pada permukaan beton yang tidak rata.
-          Ratakan dengan melakukan penambalan menggunakan Sioka Monotop 613.
-          Lakukan curing pada permukaan yang diperbaiki.

Summary Metode Repair Beton dan Material yang digunakan :


 sumber : dari berbagai artikel


2 komentar:

  1. Berapa iestimasi biaya per m³ dan berapa kg kebutuhan bahan monotop 613 per kubik om

    BalasHapus
  2. cara membenarkan coran yng bwah nya dari papan dan kayu

    BalasHapus

Pages