Bagaimana Mengatasi Masalah Retak pada Dinding?

Dinding Bagian Luar
Gambar 1 . Dinding Bagian Luar pada Bangunan Rumah Tinggal.
Perubahan cuaca dari musim hujan ke musim kemarau, perbedaan suhu dari dingin menjadi panas adalah hal yang lazim kita rasakan dalam kehidupan ini. Kondisi perubahan ini membawa pengaruh terhadap rumah dan bangunan di mana kita tinggal dan beraktifitas. Pernahkah anda mengalami kebocoran atap? Pernahkah anda memperhatikan retak-retak pada dinding? Hal tersebut timbul salah satu faktor pemicunya adalah perubahan cuaca dalam hal ini adalah suhu atau temperatur. Pada tulisan saya kali ini, saya mencoba mengamati retak pada dinding.
DINDING
Semua tentu mengenal istilah dinding, sewaktu kita masih kecil akrab sekali dengan lagu “cicak-cicak di dinding” bukan?. Ya, Dinding adalah salah satu komponen dalam bangunan atau rumah. Dinding mempunyai fungsi diantaranya sebagai berikut:
1. Pelindung dari pengaruh di lingkungan luar tempat kita tinggal dan beraktifitas.
2. Pembatas antar ruang bagian dalam, luar, samping,depan dan belakang.
3. Penambah keindahan pada bangunan, pada rumah dan bangunan modern seringkali tampilan dinding luar diekspose sedemikian rupa untuk menambah daya tarik suatu bangunan tersebut.
4. Pembentuk daerah fungsi (zoning) dalam bangunan. Ruang tidur dengan ruang dapur  dan ruang-ruang lainnya dipisahkan oleh dinding dan masing-masing ruangan memiliki funsi yang berbeda.
5. Pada struktur bangunan tertentu dinding berfungsi sebagai pemikul beban (shear wall), Umumnya terdapat pada bangunan dengan denah yang tidak teratur dan bertingkat, hal ini untuk mengurangi gaya geser berlebihan yang akan diterima struktur bangunan sehingga bangunan tersebut aman terhadap bahaya roboh.
Keindahan dinding bagian luar
Gambar 2. Keindahan Dinding Luar pada Sebuah Rumah Tinggal.
JENIS-JENIS BAHAN PEMBENTUK DINDING
1. Bata merah
2. Batako
3. Papan kayu
4. Anyaman Bambu
5. Kulit pohon
dan lain sebagainya.
Dinding Bata merah
Gambar 3. Dinding Bata Merah
Dinding Kulit Pohon Jati
Gambar 4. Dinding dari bahan kulit pohon jati
Dinding Papan kayu
Gambar 5. Dinding Papan Kayu
Masalah yang dijumpai pada dinding dari bata merah atau batako pada murah modern adalah dinding terbelah dan retak-retak. Dari pola retak yang terjadi dapat diketahui penyebabnya. Pada retak struktural misalnya, pola retak bisa berbentuk diagonal, horisontal, dan vertikal. Pola retak diagonal disebabkan dinding terkena gaya geser (gaya gempa). Pola retak horisontal disebabkan dinding terkena gaya permukaan, seperti gaya gempa dan atau gaya tekanan air tanah. Sedangkan pola retak vertikal disebabkan pondasi atau sloof mengalami penurunan (settlement).
Retakan akibat settlement
Gambar 6. Retakan vertikal akibat settlement
Retak Non struktural, yaitu retak kecil (rambut) yang diakibatkan oleh plesteran dinding terkena suhu ekstrim dan perubahan cuaca. Selain itu pada pola non struktural didapat pola retak tidak beraturan dan panjang-panjang yang disebabkan kesalahan pada proses pengerjaan. Ada juga yang pola retaknya terdapat dekat  kusen atau rooster, yang disebabkan oleh pemuaian 2 bahan yang tidak sama yaitu kayu dengan plesteran atau rooster dengan plesteran.
RETAK DINDING
Retak Rambut pada Dinding Interior
Retak rambut ini mempunyai pola retak tidak beraturan dengan ukuran celah berukuran kecil, umumnya terjadi di dalam rumah.
Retak interior
Gambar 7. Retak Rambut pada interior
Retak Interior 2
Gambar 7. Retak Rambut pada Interor
Penyebab Retak Rambut pada Interior ini adalah:
1. Unsur-unsur  pembentuk bahan plesteran tidak homogen. Pasir yang tidak bersih dan masih mengandung lumpur.
2. Pengacian belum waktunya dilakukan pada umur plesteran. Pengacian baru dapat dilakukan minimal 2 (dua) minggu setelah plesteran.
Cara Mengatasi Retak Rambut tersebut adalah:
1. Pola retak diperbesar menggunakan kape (scratch)
2. Tutup retakan dengan plamir tembok
3. Setelah plamir tembok mengering, amplas permukaannya kemudian lakukan pengecatan.
Retak Dinding Akibat Material Lain
Retakan akibat material lain ini biasanya terjadi di sudut, atau di sepanjang material lain tersebut.
Retakan di sepanjang Gypsum
Gambar 8. Retakan di sepanjang pertemuan gypsum dan plesteran dinding
Retakan pada roster kaca
Gambar 9. Retakan pada sudut rooster kaca
Penyebabnya karena ada proses pemuaian pada material yang berbeda (tidak sejenis) contoh : kayu kusen yang tidak benar-benar kering, gypsum yang pada saat mobilisasi dan pemasangan yang kurang kering benar atau bahkan bahan lain (kaca) mudah memuai. Akibatnya pada saat terjadi pemuaian akan terjadi proses saling desak antar material yang berbeda tersebut dan mengakibatkan retakan.
Cara perbaikannya:
1. Tambal retakan dengan wall filler
2. Setelah kering, amplas dinding hingga rata dengan permukaan yang lama.
3. Lakukan pengecatan.
MENCEGAH TERJADINYA RETAK PADA DINDING
1. Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari atau meminimalisir terjadinya retak pada dinding, gunakanlah bahan penyusun plesteran yang berkualitas baik, yaitu semen kualitas yang baik (tidak mengumpal), pasir kualitas baik cara sederhana yang dapat dilakukan dengan menggenggam pasir, akan terasa perbedaan jika pasir kasar dan tajam maka pasir tersebut bagus untuk plesteran. Siram terlebih dahulu pasir sehari sebelum digunakan hal ini akan membuat lumpur turun ke bawah dan pasir menjadi bersih dari lumpur tersebut.
2. Alternatif, plesteran berkualitas baik sudah banyak tersedia di toko bangunan yaitu plester instan yang memiliki campuran lebih homogen/merata dan daya rekat tinggi. Meskipun harganya relatif mahal tetapi jika digunakan sesuai petunjuk yang tercantum dalam kemasannya maka akan diperoleh mutu dengan kualitas baik.
3. Memberi waktu yang cukup antara proses plesteran dan pengacian, kurang lebih 2 (dua) minggu hingga 20 hari dapat mencegah retakan pada dinding. hati-hati bila mengerjakan pada musim hujan, diperlukan waktu pengeringan yang lebih lama.
4. Proses pengadukan antara semen, pasir dan air harus homogen/merata untuk mencegah keretakan. Untuk area basah misalkan kolam atau kamar mandi, campuran semen : pasir umumnya 1 Semen : 2 Pasir atau 1 Semen : 3 Pasir. Sedangkan untuk area normal campuran semen : pasir umumnya 1 Semen : 5 Pasir atau 1 Semen : 6 Pasir.
How to Solve Problems Crack In Wall
Figure 1. Outer walls in Residential Buildings.
Changes in weather from rainy season to dry season, the difference in temperature from cold to hot is a commonly we experience in this life. The condition of these changes affected the homes and buildings where we live and active. Have you ever experienced roof leaks? Have you ever noticed the cracks in the wall? It arises either trigger factor is climate change in this case is temperature. In my writing time, I tried to observe the cracks in the walls.
WALL
All the certainly know the term the walls, as we still small familiar once with the song “house lizard-house lizard on the wall (Cicak-cicak di dinding, Indonesian childen’s song)” isn’t?. Yes, the wall is one of the components in a building or home. Wall has functions including the following:
1. Protector of influences in the external environment in which we live and active.
2. Divider between the room interior, exterior, side, front and rear.
3. Replenish the beauty of on the building, on the houses and modern buildings often display outer wall exposed by such a way for add to the attractiveness a building such.
4. Forming local function (zoning) in the building. Space sleeping with a space kitchen and space-other spaces are separated by a wall and each one the room has a funsi a different.
5. In particular wall structure serves as a bearer of loads (shear wall), generally found in buildings with irregular plans and storied, this is to reduce the excessive shear forces to be received so that the building structure is safe against the danger of collapse.
Figure 2. The beauty of the Outer Wall at A Residential.
TYPES OF MATERIAL WALL FORMING
1. Brick
2. Batako
3. wooden board
4. Wholesale Bamboo
5. bark
and so forth.
Figure 3. Red Brick Wall
Figure 4. The walls are made ​​from oak bark
Figure 5. Wall Board Wood
Problems were found in the wall of red brick or concrete block walls on the cheap is a modern split and cracked. From the pattern of cracks that occur can be known cause. In the example of structural cracks, crack patterns can be shaped diagonal, horizontal, and vertical. The pattern of diagonal cracks caused the wall exposed to shear forces (earthquake force). The pattern of horizontal cracks caused the wall exposed surface styles, such as the style or styles earthquakes and ground water pressure. While the pattern of vertical cracks caused by foundation or decreased Sloof (settlement).
Figure 6. Vertical cracks due to settlement
Non-structural cracks, the cracks are small (hair) caused by plastering the walls exposed to extreme temperature and weather changes. In addition to the non-structural patterns obtained irregular crack patterns and long-term due to errors in the execution process. There was also a fracture patterns are close to the sill or rooster, which is caused by the expansion are not the same two materials is wood with stucco or plaster rooster with.
WALL CRACK
Hair cracks in interior walls
This cracks have irregular crack patterns small gap sizes, generally occur in the home.
Figure 7. Hair cracks on the interior
Causes of Hair Cracks in interior are:
1. Elements forming stucco material is not homogeneous. The sand is not clean and still contain mud.
2. Pengacian not time performed at the age of stucco. Pengacian new to do at least 2 (two) weeks after plastering.
How To solve it:
1. Enlarged crack patterns using a putty knife (scratch)
2. Close cracks with wall plamir
3. After plamir wall dries, sandpaper surface and then do the painting.
Cracked Wall Due to Other Materials
Cracks caused by other materials is usually the case in the corner, or at such other material throughout.
Figure 8. Cracks along the plasterboard and plaster walls meeting
Figure 9. Cracks in the corner of the glass rooster
The reason is because there is a process of expansion at different material (not similar) example: wood frame that is not completely dry, gypsum during mobilization and installation of a less dry thoroughly or other materials (glass) easy to expand. As a result, in the event of expansion will be the interplay between different material urges and cause cracks.
How to fix it:
1. Patchwork wall cracks with filler
2. Once dry, sandpaper until flush with the surface of the walls of the old.
3. Do the painting.
PREVENT CRACKING ON THE WALL
1. Prevention can be done to avoid or minimize the occurrence of cracks in the wall, use a stucco building block of good quality, ie good quality cement (not coagulating), good quality sand simple way that can be done by holding the sand, it will feel a difference if coarse sand and sharp sand is then good for plastering. Flush the day before the first sand used to make it down to the bottom mud and sand to be clean of mud.
2. Alternative, good quality plastering already widely available in the shop building that has a mix of instant plaster more homogeneous / uniform and high adhesion. Although the price is relatively expensive but if used according to instructions contained in the package you will get a quality with good quality.
3. Giving sufficient time between the stucco and pengacian, approximately 2 (two) weeks to 20 days to prevent cracks in the walls. be careful when working in the rainy season, it takes a longer drying time.
4. The process of mixing the cement, sand and water must be homogeneous / uniform to prevent cracking. For example pond or wet area bathroom, mix cement: sand generally 1 Cement: 2 Sand or 1 Cement: 3 Sand. As for the normal area of ​​cement: sand generally 1 Cement: 5 Sand or 1 Cement: 6 Sand.
sumber : dwikusumadpu.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages