Tips Memilih dan cara memasang Keramik Dinding


Dewasa ini keramik tampil tak sebatas pada lantai. Perkembangan teknologi membuat keramik mampu diaplikasikan sebagai pelapis dinding dengan berbagai kelebihannya, seperti kokoh, pilihan corak beragam, hingga aplikasinya mudah.
Di pasaran saat ini, aneka keramik untuk pelapis dinding banyak ditawarkan dengan harga cukup menggiurkan. Namun, tunggu dulu jangan sampai emosi Anda lebih menguasai karena tertarik harga murah atau sekedar motif lucu. Untuk mendapatkan hasil terbaik, sebaiknya sesuaikan berdasar kebutuhan Anda serta perhatikan 5 Tips Memilih Keramik Dinding berikut ini:

Tips 1: Pilih sesuai desain
Sebelum memulai membeli, ingatlah lebih dulu apa konsep desain hunian Anda. Untuk mendapatkan hasil terbaik, Anda bisa berkomunikasi dengan arsitek atau desainer interior yang dapat dipercaya. Konsep desain bisa diawali dengan menyesuaikan corak keramik dan tema interior rumah, kemudian dilengkapi dengan pilihan aksesoris keramiknya.

Tips 2: Pilih sesuai luas ruang
Agar aplikasi keramik pada dinding tepat, Anda perlu mengukur luasnya ruangan tersebut. Apabila ruangan cenderung sempit dan terbatas, pilih keramik berukuran besar, misalnya 30 cm x 60 cm, 20 cm x 60 cm, atau 25 cm x 45 cm.
Pemilihan keramik yang besar akan menghasilkan kesan luas, apalagi bila pola pemasangannya mendatar. Jika ruangan sangat luas, pilihlah kombinasi keramik dengan ukuran berbeda. Komposisi ukuran dan motif tersebut akan membuat ruangan tidak membosankan.

Tips 4: Pilih sesuai tempat
Pertimbangan selanjutnya adalah Anda perlu memperhatikan penempatan keramik untuk dinding ini. Anda perlu tahu, bahwa keramik dinding memiliki spesifikasi berbeda tergantung pada peruntukannya, misal area indoor atau outdoor, area basah atau kering.

Tips 5: Pilih sesuai anggaran
Hal tak kalah pentingnya adalah pertimbangan anggaran, yaitu Anda harus menyesuaikan pilihan keramik dengan besarnya jumlah dana. Selain ragam motif, warna, dan ukuran, keramik memiliki spesifikasi pula untuk harga dan kualitas. Anda bisa menyurvei harga keramik, mulai keramik KW 1 yang harganya sesuai produk showroom, atau KW 2 dan KW 3 dengan harga di bawah kualitas KW 1.

Cara Memasang Keramik

 Memang, penggunaan material keramik untuk melapisi lantai maupun dinding rumah adalah hal yang paling banyak dilakukan seseorang dalam melakukan pekerjaan finishing pembangunan rumah. Keuntungan dari pemilihan keramik ini antara lain : warna dan coraknya banyak pilihan, mudah didapatkan, jenisnya yang beraneka ragam dan dapat kita sesuaikan penempatannya pada lahan yang akan kita pasang keramik, perawatannya yang mudah. Namun biar bagaimanapun anda tidah boleh asal – asalan dalam memilih jenis maupun keramik tersebut.
Oh ya, buat Anda yang ingin memasang keramik lantai, berikut beberapa tips penting :
1. Kenali jenis struktur (lantai atau dinding), bentuk dan ukuran permukaan, di mana keramik akan dipasang. 
2. Tentukan ukuran keramik.
3. Tentukan teknik pemasangan yang akan digunakan. Apakah menggunakan sistem open joint (lebar nat lebih dari 3 mm) atau close joint (lebar nat kurang dari 3 mm).
4. Pemasangan keramik dengan sistem open joint (nat > 3 mm) lebih menguntungkan, karena:
a. Dapat mentolerir kemungkinan perbedaan ukuran keramik, terutama untuk keramik berglazur yang porositasnya rendah.
b. Lebih sedikit flexible joint yang digunakan, terutama jika dipakai bahan pengisi nat yang agak elastis.
c. Pengisian nat lebih mudah.
3. Tambahkan flexible joint pada setiap luasan 25 m2. Yaitu pada pertemuan lantai dengan dinding atau sudut antara dinding. Fungsinya untuk mengantisipasi saat terjadinya beda muai panas tiap bahan, pada saat keramik telah dipasang. Jarak flexible joint ini juga berkaitan dengan penggunaan nat.
4. Jarak/Interval Flexible Joint Ruang Dalam Ruang Luar 
- Nat kecil (close joint) Tiap 4 - 6 m Tiap 2 - 3 m 
- lebar > 6 mm lebar > 10 mm 
- Nat lebar (open joint) Tiap 6 - 10 m Tiap 3 - 5 m 
- lebar > 6 mm lebar > 10 mm
4. Khusus untuk lantai di kamar mandi, pasang keramik dengan kemiringan minimum 1% ke arah saluran air, agar air tidak tergenang.
5. Tentukan pilihan bahan perekatnya, adukan semen atau lem keramik. Untuk mendapat Adukan semen yang pas, komposisi campuran harus 1:3, atau 1:4, dan tidak terlalu banyak air.
6. Bila menggunakan adukan semen, maka diratakan pada bagian struktur lantai. Pada dasar keramiknya sendiri hanya dioleskan tipis rata. Setelah adukan diratakan pada lantai, dapat ditabur tipis dengan semen kering (semen dicampur dengan pasir halus). Lalu segera rekatkan pada kondisi adukan masih setengah basah.
7. Jangan memberi adukan semen pada bagian dasar keramik, lalu dibalik dan dipasang dengan mengetuk-ketuk permukaan keramik. Karena efeknya justru membuat adukan itu tidak rata menyebar di bagian dasar keramik. Hal itulah yang menjadi penyebab bagian ujung keramik sering patah.
8. Jangan lupa, keramik yang akan dipasang harus direndam air terlebih dahulu. 

Siap ingin memasang keramik sendiri? Sebelumnya Anda harus memiliki peralatan dan material yang tepat untuk pekerjaan ini. Anda dapat membeli, atau menyewa, sebagian besar dari peralatan dan material yang Anda butuhkan di toko perkakas terdekat. Untuk peralatan yang harganya terlalu mahal seperti pemotong ubin, atau hand held micro cutter, Anda dapat menyewanya di home center atau penyewaan peralatan terdekat.

1. Kenakan kacamata pengaman, sarung tangan kulit tebal, dan pakaian kerja overall, terutama saat membongkar ubin keramik yang lama. Pecahan keramik dan serpihan lain dapat menyebabkan luka, jika Anda tidak hati-hati.
2. Pita pengukur, tile spacer, pengukur siku, dan bubble level.
3. Palu, pisau plamur (putty knife), dan cetok (lebih baik yang bertakik), dan rubber grout float.
4. Pemotong ubin (yang dapat disewa) dan tang ubin.
5. Material Mortar seperti thin set mortar, atau pilih dari sejumlah perekat ubin yang tersedia.
6. Tiling grout dan sealant. Tiling grout tersedia dalam berbagai warna sehingga Anda dapat memilih yang cocok dengan desain Anda.

Bila Anda masih belum yakin apakah mampu memasang sendiri ataukah tidak, sebaiknya gunakan jasa tukang pasang keramik profesional, agar hasilnya tidak mengecewakan.

developerdankontraktor.blogspot.co.id

Postingan populer dari blog ini

Contoh cara perhitungan struktur perencanaan jembatan prategang / cable stayed (STRUKTUR ATAS)

Teknik Finishing dinding dengan Beton expose